Cerita Astronot NASA Sebelum Mendarat di Mars

CALIFORNIA - Dua astonot bernama Scott Kelly asal NASA dan Mikhail Kornienko dari Rocosmos (lembaga antariksa Rusia), telah berada di ruang angkasa selama 171 hari demi menyelesaikan misinya. Tergetnya mereka masih harus berada di stasiun luar angkasa internasional (ISS) hingga mencapai 342 hari.
BERITA REKOMENDASI
“Dua astronot ini ditugaskan selama 342 hari di ruang angkasa, guna membantu peneliti memahami bagaimana tubuh manusia bereaksi dan menyesuaikan diri dalam misi penerbangan angkasa luar dalam waktu panjang,” jelas NASA.
Dalam praktiknya, kondisi tubuh mereka terus dimonitor, semisal bagaimana kondisi mata dan kemampuan penglihatannya selama berada ISS, serta apakah berat badannya terjaga, semakin menyusut atau bertambah berat.
Sejauh ini peneliti belum menyimpulkan hasil penelitiannya itu. Barulah saat misi keduanya selesai, dokumentasi dari data-data yang telah terkumpul itu akan dinilai.
Tidak hanya fokus pada data-data tubuh dari dua astronot tersebut, peneliti pun juga membandingkannya dengan para astronot yang telah kembali ke Bumi.
“Kami juga melakukan perbandingan data antara Scott Kelly dan Mark Kelly, saudara kembar Scott, yang juga ditugaskan untuk misi yang sama. Namun Mark telah lebih dulu kembali dan kini telah pensiun sebagai astronot,” kata NASA.
NASA melanjutkan, misi ini sebenarnya memiliki motif lebih jauh, yakni NASA ingin mengirimkan astronot ke Mars. Namun sebelum itu dilakukan, daya tahan tubuh mereka harus lebih dulu dilatih, dengan cara berada di luar angkasa dalam waktu lama.
Dijadwalkan, dua astronot tersebut akan kembali ke Bumi tahun depan, tepatnya 3 Maret 2016.
Dua astronot ini ditugaskan untuk menyelesaikan sebuah misi, yakni melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui bagaimana tubuh manusia merespon kondisi lingkungan di luar angkasa. Misi ini bertujuan untuk melatih tubuh mereka sebelum ditugaskan untuk mengarungi Mars.
Komentar
Posting Komentar